Kue Tumbang, Camilan Singkong Khas Minangkabau

Tumbang merupakan salah satu kue tradisional dari bahan dasar singkong yang khas dengan rasa manisnya dan legit saat disantap. 

Ya, perut lapar kali ini bukannya bikin aku nyari makanan tapi malah mengobok-obok isi galery handphone. Aku menemukan kiriman foto yang terlihat biasa namun nyatanya menggugah selera jika kamu dapat mencobanya.

FOTO : ISMA

Salah satu camilan atau makanan ringan khas dari ranah minangkabau ini dikenal dengan sebutan kue tumbang. Olahan ubi kayu atau singkong yang direbus, ditumbuk hingga pipih dan dibubuhi gula merah yang telah dicairkan diatasnya membuat kue tradisional ini manis dan legit. Parutan kelapa diatasnya ikut memberi sensasi yang khas bagi penikmatnya.

Cara bikin Kue Tumbang?

Untuk membuat kue tumbang ini cukup mudah sih ya. Singkong yang sudah dipanen, kamu kuliti dan di bersihkan. Lalu rebus saja dengan tambahan garam secukupnya. Tunggu hingga rebusan ubi/singkong empuk. Sementara itu kamu bisa menyiapkan parutan kelapa. Nah untuk kelapa, pilihlah kelapa yang setengah tua. Biar ada manis-manisnya gitu. Kamu juga bisa menyiapkan gula aren yang nantinya akan kamu bubuhi di atasnya. Mudah kok, caranya kamu ambil gula aren, rebus dengan air secukupnya. Jangan banyak-banyak, nanti jadi terlalu encer. Bikinlah gula aren yang agak kental agar enak di lidah.

Jangan lupa dengan ubi/singkong yang sedang kamu rebus tadi ya. Jika sudah empuk, angkat dan tumbuklah. Taburi gula aren dan parutan kelapa. Lalu sajikan. Dijamin, sore mu akan indah gengs, kalo ditemani panganan ini.

Bagaimana jika mau Kue Tumbang tapi ga bisa bikin gengs?

Jika kamu berada di Jakarta dan sekitarnya, carilah beberapa warung yang memang menjual makanan khas minangkabau. Kalo beruntung, kamu pasti akan menemukannya. Karena makanan ini sulit sekali untuk ditemukan.

Di kotaku saja, Bukittinggi yang jelas-jelas kota asal makanan ini dan merupakan ikonnya ranah minang. Hanya akan tersisa satu atau dua orang saja yang masih menjual panganan ini, itupun akan mudah di temukan di pasar-pasar tradisional. Jika anda beruntung, selamat menikmati kelezatannya namun jika tidak ? Waa mungkin anda harus sedikit bersabar menunggu keajaiban datang yaaa

 

2 Comments

  • riennaku

    Enak nih…jika tidak beruntung tinggal praktekin resep Chaca 🙂 mirip kue sawut kalo di Solo tp beda cara masaknya. Kalo sawut, singkong diparut kasar (pakai parutan rujak) trus tambahin garam dikit kukus pakai daun pandan. Kalo udah matang masih panas2 campur irisan gula merah aduk asal. Makannya ditaburi kelapa
    parut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: