Aturan Ganjil Genap Bikin Jakarta Lebih Baik. Percaya Tidak?

Masih pada ingatkah dengan aturan ganjil genap beberapa waktu lalu? Lumayan jadi hot issues karena banyak yang kayak maju mundur kala itu, mau ikut aturan atau bahkan akan melanggar? Aku ingat banget, beberapa dari teman-teman aku seakan kesal. Biasanya bebas mau kemana aja dengan kendaraan pribadi tanpa harus ingat hari ini tanggal berapa? Aku bisa lewat jalan ini ga ya? Kan sekarang aturan ganjil genap. Atau kamu rasa ini ribet banget ya aturannya, bikin kamu repot cari jalan alternatif. Kurang lebih itulah yang dikeluhkan saat pertama kali kebijakan ini akan diberlakukan. Tapi meski ada suara-suara minor, ada opini lain yang  bergema dengan keras. Kenapa? Namun ternyata kebijakan ini telah membawa dampak yang luar biasa.

Kamu bisa bayangkan, event berskala internasional yang beberapa waktu lalu terselenggara di Jakarta. Asian Games dan Asian Paragames membuat jakarta akan di serbu oleh tamu dari berbagai negara. Pengunjung yang ikut meramaikan acara atau kerabat dari para atlet juga menuju ibukota. Bisa bayangkan sepadat apa aktifitas lalu lintas yang ada di Jakarta? Aku ga bisa bayangkan, arus padat Jakarta akan semakin padat dan akan menghukum semua masyarakat. Aturan ganjil genap nyatanya memberikan progress yang membanggakan, di samping bangganya kita sebagai warga negara Indonesia bisa merasakan euforia olahraga tingkat Asia itu ada di sekililing kita hari ini.

Aturan ganjil genap bikin jakarta lebih baik?

Ada 3 hal yang bisa kita sadari dari adanya kebijakan Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) ini.

Pertama,

Pengorbanan. Kamu yang terbiasa dengan menggunakan mobil pribadi sehari-hari dengan aturan ini terpaksa tidak bisa bebas membawa kendaraan setiap hari. Udah bayar pajak setahun ini ya, tapi cuma bisa kita pakai di Jakarta saja selama 182 hari saja. Kamu juga mengorbankan kenyamanan untuk beralih ke transportasi publik. Mencoba membiasakan naik busway atau kereta listrik, mencoba baik-baik aja meski harus berbagi tempat dengan banyaknya masyarakat yang juga menggandrungi moda transportasi ini. Terimakasih ya untuk kamu yang sudah berkorban untuk aturan ini (meski terpaksa ya cin), ini sangat memberikan dampak positif untuk Jakarta. Salah satunya adalah akselerasi kecepatan rata-rata kendaraan.

Menurut Pak Bambang Prihartono, Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), mengatakan bahwa  kecepatan rata-rata kendaraan di Jakarta meningkat dari 21 km/jam menjadi 45 km/jam. Waktu tempuh menurun hingga 50%, kendaraan dapat melaju lebih cepat sehingga waktu jadi lebih efisien. Kamu juga bisa merasakan dampak ini ketika giliran kamu yang memiliki kesempatan menggunakan kendaraan pribadi. Jadi kita gantian kok ngerasain keuntungannya. Meski awalnya terpaksa, aku yakin teman-teman akan bangga bisa ikut andil dalam mengurangi kemacetan Jakarta. Ya kan?

Kedua,

Penurunan emisi karbon yang cukup signifikan. Sesaknya udara akibat polusi berangsur-angsur membaik dengan adanya aturan ganjil genap. Berdasarkan data BPTJ, emisi karbon turun hingga 28%. Polutan berkurang, langit Jakarta lebih biru, lebih indah, dan lebih cerah lho. Asal jangan liatnya kalo lagi liat doi jalan sama pacar baru ya guys.LOL

Udara baik akan menghasilkan berapa paru-paru sehat warga Jakarta coba? Pengorbanan sederhana kita nyatanya berdampak luar biasa untuk orang banyak.

Ketiga,

Hal lain yang berhubungan dengan dampak yang dihasilkan aturan ganjil genap. Data BPTJ mencatat akselerasi kecepatan rata-rata kendaraan, berhubungan dengan angka kecelakaan yang menurun hingga 20%. Sederhananya kalau semisal rata-rata kecelakaan itu 10 dalam sebulan, kita sudah menolong 2 orang. Lalu pengorbanan kita untuk beralih moda transportasi menjadikan jumlah penumpang kereta rel listrik (KRL) naik sebesar 20%. Bahkan, penumpang bus Transjakarta meningkat hingga 40%. Dengan demikian kita telah membantu memberikan pemasukan lebih pada negara dan perawatan transportasi publik. Pak Bambang Prihandono pun mengatakan terkait dampak ekonominya, aturan ganjil genap dapat menghemat bahan bakar minyak mencapai Rp14 triliun per tahun. Luar biasa kan?

Jadi, jangan terpaksa untuk melakukan pengorbanan yang satu ini ya. Aturan ganjil genap memberikan keuntungan luar biasa. Tidak hanya dirasakan oleh kita sendiri, tapi juga orang lain, bahkan keuntungan untuk negara kita. Ingatlah, warga yang baik hanya akan ada jika lingkungan nya juga baik. Yuk, mulai benahi lingkungan mulai dari diri sendiri. Mari kita biasakan naik transportasi publik, selagi bisa. Aturan ganjil genap? Hmm Siapa Takuut?

 

Biasakan naik transportasi umum ya, tetap nyaman kok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: