3 Dara 2 : Film Komedi Yang Bikin Kamu Baper

Hati aku itu nyes-nyes gimana gitu habis nonton film 3 Dara 2 ini. Ada perasaan yang berkecamuk saat aku keluar dari bioskop. Haseeek

Film 3 Dara yang pertama kan sukses bikin ngakak ya. Ngakak banget liat Affandi (diperankan oleh Tora Sudiro), Jay (diperankan oleh Adipati Dolken), dan Richard (diperankan oleh Tanta Ginting). Tiga pemeran utama di film ini di kutuk jadi perempuan oleh dokter Windy (Rianti Cartwright). Beberapa ulah mereka yang cenderung agak melecehkan perempuan jadi alasan atas kutukan yang harus mereka terima. Namun semuanya bisa mereka pecahkan. Segala usaha mereka untuk menjadi pria sejati kembali berhasil mereka dapatkan. Jujur saja, aku penasaran kelanjutan dari cerita film 3 Dara ini. Ending dari film 3 dara benar-benar mencengangkan. Siapa sangka jika dokter Windy adalah laki-laki yang punya nama asli bambang dan memilih jalan untuk transgender.

Sudah kebayang aku akan memprediksi cerita seperti apa di kisah selanjutnya 3 Dara 2?

Aku membayangkan salah satu dari Affandi, Jay, ataupun Ricardh akan memilih jalan yang sama. Aku juga membayangkan kalau si dokter Windy tengah bersekongkol dengan dokter tua untuk menjadikan salah satu dari tokoh utama mengikuti jejak dokter Windy.

Lelah menerka-nerka cerita selanjutnya, akhirnya aku mengiyakan ajakan untuk Nonton bareng film 3 Dara 2 bersama teman-teman dari Komunitas ISB di Blok M Square. Ga jauh sih ya dari lokasi, tapi cukup buat aku berkhayal dan kembali menerka-nerka alur ceritanya. Aku penasaran apa yang berbeda ya dengan film sebelumnya?

Apa yang berbeda dengan Film 3 Dara 2?

 

Ha pertama yang mengejutkan adalah pergantian sutradara. Jika film 3 Dara di sutradarai oleh Ardy Octaviand, maka film 3 Dara 2 di sutradarai Monty Tiwa. Salah satu sutradara favorit aku, karena beberapa film yang beliau sutradarai berhasil bikin aku baper juga.

Selanjutnya, aku terkejuuuut (agak lebay). Beberapa pemeran pembantu di film 3 Dara 2 berbeda dengan film sebelumnya. Ada peran yang diisi oleh aktris yang berbeda. Muncullah muka artis-artis cantik ini di plasma bioskop. Ada Rania Putrisari, Fanny Fabriana, Ovi Dian sebagai para istri dan ada juga pemeran tambahan seperti Cut Mini yang memerankan Eyang, sang mertua Affandi.

Perbedaan selanjutnya ada pada fokus cerita. Jika film 3 Dara fokus pada bagaimana menghadapi masalah dalam menghadapi perempuan. Meceritakankan bagaimana para cowok ini seperti kehilangan jati diri mereka yang sebelumnya merupakan pria macho dan sangat laki di hadapan perempuan malah berubah menjadi memiliki perasaan sensitif seperti perempuan. Scene ekspresi tokoh utama mengundang suda pasti mengundang gelak tawa.

Beda halnya dengan Film 3 Dara 2 yang hadir dengan cerita yang lebih menggigit. Cerita film yang fokus pada bagaimana Affandi, Jay, dan Richard melewati kehidupan rumah tangganya bersama para istri dalam kondisi berat. Kutukan mereka dari dr Windy masih berlanjut. Kesensitifan mereka sebagai pria feminim (dalam kutukan) juga seakan menghukum mereka dan tanpa disadari menimbulkan banyaknya masalah. Satu kesalahan mereka saat ditipu oleh Bowo (Dwi Sasono), menghasilkan masalah lain yang berkepanjangan. Ikut disertai dengan peran Eyang Putri, karakter baru di film ini ikut menambahkan warna cerita baru. Kamu tau kan? Eyang putri udah pasti bawel, judes, galak. Eh apa engga juga ya? Atau mungkin hanya Eyang Putri di film ini saja yang punya karakter seperti itu? Apapun itu, kehadiran eyang menamba konflik pelik pada alur cerita ini.

Masalah yang satu dengan masla lain sangat terasa percikan konfliknya. Aku terhanyut pada cerita yang ada. Aku menemukan nilai tentang persahabatan, menemukan nilai bagaimana harga menghargai antar pasangan khususnya dalam ikatan pernikahan. Semuanya tergambar pada cerita film ini.

Ada yang spesial dalam film ini. Tak hanya menjadi drama komedi, Monty Tiwa pada film ini menambahkan beberapa scene horor dalam cerita. Bakal bikin takut ga sih menurut kamu? Ya kalo aku sih sempat tegang melewati scene horornya. Anaknya emang penakut soalnya. Kalo tau ada polesan horor, aku kan bisa ajak doi buat nonton, lumayan kan buat alasan modus? LOL

Munculnya pemeran tambahan seperti yang ngakunya mirip Rano Karno. Si Jentu, asisten Eyang Putri dengan tompel besar di dagunya dan juga si Bowo, penipu suruhan Eyang juga berhasil mencuri perhatian penonton. Namun untuk keselurahan, bagiku cerita ini pantas mendapat perhatian masyarakat, karena mengangkat cerita yang dekat dengan keseharian kita. Hidup rumah tangga lah ya, khususnya.

Kembali ke Judul.

Jadi Film 3 Dara 2 Bikin Baper?
Jawabannya iya.
Beberapa scene yang ada di film 3 Dara 2 ini berhasil bikin penonton baper. Kondisi-kondisi yang gampang kamu temukan di keseharian namun kamu bingung mengekspresikannya seperti apa? Atau kamu ga tau solusinya seperti apa? Di film ini justru berhasil di ekspresikan secara apik.
Apa rasanya coba disindir sama mertua? Sementara yang ada di fikiran suami selama ini adalah  “saya adalah menantu yang sukses” meski bekerja di perusahaan yang dimiliki oleh sang mertua. Ada rasa merasa diremehkan, ada rasa seakan di anggap pecundang. Kondisi ini berhasil bikin Affandi dilema.
Apa rasanya ditipu? Ketika kita punya harapan akan sebuah kesuksesan.
Apa rasanya kembali di lecehkan dengan harus mengerjakan pekerjaan istri. Sementara selama ini pekerjaan ini kamu anggap pekerjaan yang receh.
Apa rasanya posisi kamu dikalahkan oleh asisten sang mertua? Sementara kamu adalah menantunya.
Apa rasanya istri bertahan di samping para suami, ketika suami mereka malah tak membanggakan lagi dan menjadi biang dari masalah.
Masih banyak scene-scene yang bikin kamu baper di film ini.  Jadi kamu wajib nonton ya.
Nb:
Film ini aku rekomendasikan buat kamu yang punya sahabat baik, biar kamu tau persahabatan sejati itu seperti apa?
Aku rekomendasiin juga buat kamu yang sudah menikah atau mau menikah. Ada pesan luar biasa di film ini. 
Aku rekomendasiin juga buat kamu yang lagi jenuh sama keseharian. Film ini menghibur dan akan mengajarkan kamu arti bersyukur.
Aku rekomendasikan juga buat kamu yang belum nonton, karena film ini wajib di tonton terutama untuk fans kerasnya si tokoh utama. Kali aja di samperin abis nonton kayak aku. LOL

2 Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: