Ibu Bekerja Tetap Bahagia, Ini Tipsnya!!!

Masih ingat aku pernah nulis Tips Bisnis Futri Zulya? Kalo belum, kamu boleh baca dulu. Sebelum aku bakal lanjut berbagi tips lagi, kamu harus mengenal seberapa pentingnya sharing session bersama Mbak Futri. Yuk, aku mau segera berbagi Tips Ibu Bekerja namun tetap bahagia.

Kali ini aku merasa terjebak berada di sharing Session ini, temanya adalah “Balance Life For Working Mom”. Merasa terjebak karena aku belumlah seorang Ibu namun aku sudah bekerja. Sebagai gambaran dari semua cerita Mbak Futri di hari itu aku berkaca pada bunda yang memilih jalan bekerja dan tetap menjadi ibu bagi anak-anak. Menurut au sih tetap membahagiakan.

Sekarang aku ingin bercerita bagaimana seorang Ibu yang bekerja namun tetap bahagia. Bagi aku hanya Ibu yang bahagia yang berhasil menciptakan kehidupan yang seimbang. Lalu kamu pasti segera ingin tahu kan? Tips apa yang sudah Mbak Futri bagi bersama kami para perempuan dari Komunitas ISB. Ini oleh-oleh yang aku bawa sepulangnya dari Kantor Z Beauty Indonesia.

Tips Ibu Bekerja Bahagia…

Kamu boleh percaya atau tidak, setiap Ibu ingin menjadi Ibu yang nyata bagi anak-anaknya dan menjadi pekerja yang diandalkan di pekerjaannya. Ini sudah sangat manusiawi. Lalu bagaimana ya ini akan berjalan dengan baik? Mbak Futri berbagi tips berikut ini :

Support System. Jika seorang Ibu bekerja maka kita bisa pastikan Ibu tidak punya waktu untuk menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan rumah . Pernah dengarkah ibu bilang bahwa menyelesaikan pekerjaan rumah itu, tidak cukup waktu 24 Jam. Aku seringkali mendengar kata-kata nenek. Nenek selalu bilang, kalo pekerjaan rumah itu tak habis-habis. Moms, usahakanlah meski bekerja tapi tetap mendapat support dari keluarga. Ayah dan Bundaku adalah orang yang bekerja. Jam 7 pagi, sudah meninggalkan rumah. Support yang selalu bunda miliki hingga anak-anaknya tumbuh besar adalah back up dari sang Ibunya a.k.a nenekku. Nenek ya senang-senang saja, nenek adalah perempuan yang tak bekerja setelah menjadi Ibu. Pada dasarnya akan sangat senang “direpotkan” oleh anaknya, karena ya wajar saja ia terbiasa mengurusi semua hal tentang anaknya dari dulu. Ketika anaknya suda dewasa dan memiliki anak, ia tetap saja adalah orang yang tetap men-support apapun yang menjadi hal penting bagi anaknya.

Kamu sangat bisa menggunakan cara Mbak futri. Mbak Futri punya babysitter untuk menemani anak-anaknya dan Surat Izin Bekerja dari suami. Jadi Mbak Futri sangat bahagia. Tetap bisa menjadi Ibu yang bekerja dan dekat dengan suami dan anak-anaknya.

Lets Get Organized. Mbak Futri mengajarkan untuk membiasakan kita mencatat semua daftar yang harus dilakukan setiap harinya. Meski kita tak dapat melakukan semua hal sekaigus, kita bisa me-manage mana yang harus kita lakukan (tak bisa diwakilkan) dan mana yang bisa kita titip dengan babysitter si anak. Aku mau cerita lagi. Dulu, waktu aku masih kecil-kecil. Aku punya yang dibilang pembantu kalo di film-film dzaman now, tapi like as kakak aku. Semua yang tak bisa bunda kerjakan sendiri seperti menemani aku sampai di sekolah, menjemput aku ke sekolah. Jadi satpam belajar. Disinilah kakak sangat membantu kebutuhan bunda. Jadi bunda ga takut lagi kalo aku nakal, ga belajar.

Pilih Tempat Bekerja yang Tepat. Mbak Futri menyarankan untuk memilih pekerjaan yang ramah untuk Ibu. Aku rasa, bunda di zaman itu memilih yang cukup tepat. Bunda bekerja di salah satu BUMN yang bisa membebaskan apapun yang di inginkan karyawannya selagi masih wajar. Layaknya seorang Ibu, biasanya akan bahagia jika bisa sempat ada di waktu-waktu penting yang diinginkan sang anak, seperti datang ke sekolah untuk mengambil raport dsbg. Zaman itu bunda masih beberapa kali dapat izin untuk melakukan ini. Semoga pilihan aku hari ini juga tepat ya dalam memilih pekerjaan. Apa aku harus mengikuti jejak Mbak Futri aja? Punya usaha sendiri. Aminkan dong yaaa. Haha

Set Your Time. Mom, jika sudah punya daftar apa saja yang harus dilakukan cobalah sangat mengatur semua kegiatan dengan baik. Jadilah Ibu yang masih mengusahakan kesempatan untuk bersama anak-anak. Sama halnya dengan Mbak Futri, dulu bundaku selalu menyempatkan ada disamping aku saat ia sampai di rumah dan belum ada kegiatan apapun. Ya, itu sangat membuat anak bahagia. Aku saangaaaat bahagia, ketika akhirnya aku bermain dengan bunda. Itu adalah waktu yang sangat aku tunggu. Moment di samping Ibu itu beda cuy, selalu membahagiakan. Padahal juga bersama nenek dan kakak aku itu juga aku bahagia saja karena tetap di sayang, tapi selau berbeda ketika bersama bunda. Benar juga yang Mbak Futri bilang, kalo nongkrong bareng teman seakan tak penting lagi jika sudah menjadi Ibu. Aku bahkan hampir tak pernah melihat bunda kebanyakan nongkrong dengan teman-temannya. Jikapun ada, aku pasti ikut. Karena bunda hanya melakukan sejenis kunjungan silaturahmi ke rumah sahabat-sahabatnya.

Cermat Merencanakan Keuangan Keluarga. Ini wajib sekali untuk Ibu. Rencanakan keuangan dengan baik ya. Seorang Ibu yang jadi bendahara keluarga, mengatur arus kas masuk dan keluar. Bukan untuk satu hari, satu bulan atau satu tahun tapi berkesinambung. Pada kesempatan ini Mbak Futri turut berbagi bagaimana pengelolaan keuangan. Aku sangat tertarik dengan siklus keuangan yang dibagi oleh Mbak Futri. Mbak Futri punya siklus keuangan berdasarkan umur. Dimana usia 20-40 tahun, berada dalam fase mengumpulkan kekayaan. Usia 40-55 tahun adala fase meningkatkan kekayaan. Usia lebih dari 55 tahun adalah pendistribusian kekayaan, bisa dengan melanjutkan hidup masa tua atau menyiapkan warisan.  Mumpung masih 20 tahunan, aku mah fokus kerja untuk mengumpulkan kekayaan. Doakan ya.

By the way, dari tips di atas sejauh ini udah melakukan tips yang mana moms ?

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: