• Destinasi Liburan Romantis di Vietnam, Indahnya Tak Terlupakan

    Bulan madu di djaman now bagaikan salah satu agenda wajib setelah melangsungkan ijab qabul. Bak kata pepatah, bagaikan sayur tanpa garam, bisa juga di pake untuk istilah pentingnya bulan madu untuk pengantin baru. Kalo belum bulan madu, belum berasa nikah atau kalo belum bulan madu belum kayak orang-orang.  Padahal ya sayang, duit bulan madu bisa kita pakai untuk keperluan lain. *mulai halu*  Tapi gapapa, berhubung kamu beruntung punya kesempatan untuk abisin uang si dia, coba deh pilih satu tempat yang benar-benar sangat ingin kamu kunjungi. Nah, jika Maldives atau menikmati liburan romantis di Thailand menurutmu sudah biasa, kamu bisa memilih lokasi lainnya yang cocok untuk berbulan madu. Cocok dari segi destinasi…

  • Pulau Melinjo, Pulau tak berpenghuni di Kepulauan Seribu

    Pulau Melinjo adalah salah satu pulau Tak berpenghuni yang berada di kepulauan seribu. Beranjak dari Jl Kebon Sirih Jakarta Pusat, Jumat malam lalu aku memulai perjalanan ke Pulau ini. Perjalanan yang memang sudah terencana sejak sebulan yang lalu ini benar-benar sangat aku tunggu. Berasa banget kurang pikniknya, setelah perjalanan ke Jogja di November lalu, aku hanya fokus dengan pekerjaan dan kegiatan weekend saja. Perjalanan menuju Pulau Melinjo Sabtu dini hari, sekitar pukul 4 dini hari, aku menuju Pelabuhan Kali Adem yang terletak di Pluit, Jakarta Utara. Aku di tunggu beberapa teman dengan tujuan yang sama. Perjalanan untuk bertemu mereka pun menghabiskan waktu hampir setengah jam. Setibanya disana, kami pun menunggu…

  • Hidangan Kopi khas Aceh, Makanan dan Panganannya Ada Di Jakarta

    Menikmati kopi menjadi pilihan kami untuk mengisi jumat malam kali ini. Di tengah kesibukan masing-masing kami memang ingin sejenak menghabiskan akhir pekan walau hanya sejenak bertemu tatap. Perjalanan ini pun dimulai. Aku bersama dua orang temanku sudah berjanji untuk bertemu di Sarinah, salah satu mall yang berada di pusat Kota Jakarta. Janjian untuk mengisi malam bersama ini penuh drama. Kami ragu memilih ingin cari hiburan atau akan hangout di tempat-tempat yang sangat ingin di datangi. Awalnya ingin karaoke saja hitung-hitung olah suara, kali aja nanti jadi penyanyi kondang ya kan? Atau kita akan jadi trio apa gitu? Mumpung kita lagi bertiga. Trio halu misalnya, mengingat karena kehaluan aku yang sudah…

  • Titik Nol Kilometer, Pesona Tak Henti di Jantung Kota Yogyakarta

    Tulisan ini ku beri judul Titik Nol Kilometer, Pesona Tak Henti di Jantung Kota Yogayakarta. Kamu nanti pasti setuju dengan judulku. Percayalah. Awalnya aku berasa diboongin gitu waktu dia bilang ini adalah Titik Nol Kilometer, aku kan tau nya cuma ada di Sabang ya. Tapi apa aku salah jika bengong gitu? Ya udah kamu ga usah nyalahin aku ya, nyalahin cewek itu petaka. Jadi ga bakal bisa. *kembali ke topik*   Ini dia penampakan Titik Nol Kilometer di Yogyakarta. Terletak di persimpangan Jl Ahmad Dahlan, tempat ini selalu ramai dikunjungi. Seperti yang udah aku jelasin pada cerita sebelumnya, aku kesini di malam hari dan juga di pagi hari selanjutnya bersama seorang teman. Namun masih saja ramai,…

  • Backpack singkat di Kota Gagal Move On, Katanya. Ini ceritaku

    Selalu ingin kembali, katanya jika berbicara tentang Yogyakarta. Right? Akan aku benarkan juga jika aku merasakan hal yang sama. Ini akan menjadi pengalamanku backpacker singkat di kota gagal move on, meski ya setidaknya itu yang selalu aku dengar dari teman-temanku. Malam itu aku berangkat menaiki kereta api Progo yang hampir selalu punya jadwal paling malam setauku. Cocok lah ya dengan jadwal para pekerja kantoran yang kerja di office hour. Meski tidak untuk jadwalku, aku berhasil kabur sebelum waktu berangkatku tiba, 22.20 wib. Sssst, jangan bilang siapa-siapa ya. Apalagi sama produserku, hehe. Buru-buru memasuki peron stasiun aku tak ingat lagi ini tepatnya pukul berapa, yang pasti 22.15 wib aku sudah menempati…

  • Kunjungi Bakso Gondrong Tebet untuk Alibi Setor Arisan

    Meski alibinya hanya untuk setoran tulisan blog, sore ini aku beranjak dari kasur yang super posesif menuju Tebet. Memang sekedar alibi sih, karena masih banyak stok cerita yang harus aku bagi sama teman-teman, tapi bakal ngalahin tangisan abis nonton drama korea kalo aku harus nulis sekarang. Haha lebay emang. Nah, biar ga pake mikir banyak dulu dan ga pake drama tangisan ala-ala ini perjalananku sore ini bakal jadi tulisanku. Yuk dimulai, menaiki kendaraan pribadi yang selalu setia menemani (baca: commuterline), aku sampai di Stasiun Tebet tepat pada pukul 15.13 WIBC (Waktu Indonesia Bagian Caca). Nah di menit-menit selanjutnya aku sibuk menunggu kedatangan seorang teman yang aku culik di sore ini…

  • Marlina, (bukan) Pembunuh dalam Empat Babak

    Marlina, si cantik yang diperankan oleh Marsha Timothy ini terlihat sedikit tua dan pucat. Tenang, dingin atau apapun sebutan untuk menggambarkan kesan tidak bersahabat. Banyak ekspresi memang yang tergambar dari dandanan yang dihadirkan pada pemeran utama di film ini. Namun cocok dengan judul “Marlina, pembunuh dalam empat babak”. Ngeri, komentar pertama yang kutau dari beberapa sahabat yang sudah terlebih dahulu melihat film ini. Tidak salah dong ya kalau aku justru deg-deg an, bahkan lebih deg-deg an daripada ketemu mertua pertama kalinya. Justru ini tantangannya, Film yang disutradarai Mouly Surya ini memang berhasil membius penonton dengan apiknya cerita dan gambar yang ia hadirkan. Memiliki empat babak, film ini dimulai dengan kisah…

  • Setu Babakan Tidaklah Sesuai Mimpi

    Penasarannya dari lama tapi baru kesampaian. Siang ini, mumpung libur saya berhasil merayu teman untuk sampai ke lokasi ini, Setu Babakan. Terkenal dengan kampungnya orang betawi, ternyata ga semua dari tempat ini dipenuhi oleh urang betawi nya. Hanya dipenuhi orang betawi, hanya ada makanan betawi, semua yang berbau betawi dan segala budaya nya. Oke, ini hanya mimpi. Nyatanya, yang menjadi tujuan utama jika berkunjung ke lokasi ini adalah sebuah danau seluas 30 hektar dengan kedalam 1 hingga 5 meter. Danau yang beralih fungsi sebagai penampung air resapan ini disulap warga setempat menjadi tempat wisata. Dikenal dengan Perkampungan Budaya Betawi tempat ini tidak hanya menjadi tempat wisata namun juga menjadi pusat…

  • Minimalisir Resiko Pendakian Gunung Bersama RS Firdaus. Yuk berbagi tips !!!

    Resiko dari pendakian gunung pada setiap pendaki tentu berbeda-beda. Bisa saja itu tergolong ringan dan bisa saja tergolong berat. Tergantung jam terbang pendaki atau bisa jadi persiapan. Untuk persiapan bisa saja persiapan fisik yang utama, mental dan selanjutnya yang tak kalah penting adalah mempersiapkan pemahaman tentang aktifikas pendakian. Saya yang masih berniat mencoba akifitas mendaki saja merasa tertarik untuk datang ke acara yang RS Firdaus yang di gelar bersama dengan Klub Buku dan Blogger Backpacker Jakarta kali ini. Mereka memang berjodoh alias tidak bisa dipisahkan. Satu bergerak di bidang medis dan satunya berisi orang-orang yang suka jalan kemana pun mereka suka termasuk ke gunung. Tidak akan sama hal nya dengan…

  • Berkunjung ke Museum Taman Prasasti

    Hal teristimewa dari sebuah Museum sudah pasti sejarah yang selalu terjaga hingga waktu yang tak terbatas. Tak terkecuali tempat yang kali ini aku kunjungi. Museum Taman Prasasti, berlokasi di Jalan Tanah Abang No 1, Jakarta Pusat merupakan sebuah museum cagar budaya peninggalan jamannya kolonial belanda ini menjadi salah satu museum yang menurut aku sih sangat menarik untuk kita kunjungi di Jakarta. Bagaimana tidak? Koleksi prasasti nisan kuno serta miniatur makam dari berbagai daerah di Indonesia dan bahkan koleksi kereta jenazah yang antik menggoda untuk kita simak sejarahnya. Sepintas cerita yang aku tangkap adalah adanya kereta jenazah yang dahulu digunakan untuk mengantar jenazah si Bapak Proklamator Indonesia, Soekarno ke peristirahatan terakhirnya.…