Kue Tumbang, 1 Camilan Olahan Singkong Khas Minangkabau

Tumbang adalah salah satu kue tradisional khas Minangkabau dengan bahan dasar singkong. Camilan ini khas dengan rasanya yang manis dan legit saat disantap. 

Ya, perut lapar kali ini bukannya nyari makanan tapi malah mengobok-obok isi galeri handphone. Aku menemukan kiriman foto yang terlihat biasa saja sebenarnya tapi uuummm nyatanya sangat menggugah selera jika kamu dapat mencobanya.

kue tumbang
Kue Tumbang Khas Minangkabau

Dikenal dengan nama Kue Tumbang, ini adalah camilan khas dari ranah minang. Makanan tradisional yang satu ini sudah hampir dilupakan karena sudah jarang sekali masyakarat yang membuatnya. Jika ada yang menjual, itupun bisa kita hitung jari. Para penjual makanan khas daerah yang suka berkeliling menjajakan makanannya sering sekali tetap menyediakan makanan ini pada jejeran dagangannya. Jika tidak ditemukan, mungkin kamu akan bisa menemukan ini di acara tertentu.

Aku salah satu yang beruntung, aku sempat diperkenalkan dengan camilan ini. Semasa aku kecil, nenek sering sekali menyajikan untuk makanan sore hari yang bisa aku nikmati sembari menonton acara favorit di televisi.

Makanan dengan olahan singkong yang direbus, ditumbuk hingga pipih lalu dibentuk sedemikian rupa. Dibubuhi gula merah yang membuat kue tradisional ini memiliki rasa yang manis dan legit. Parutan kelapa di atasnya ikut memberi sensasi yang khas bagi penikmatnya.

Cara bikin Kue Tumbang?

Beranjak remaja, sudah saatnya aku yang menggantikan segala tugas nenek ataupun bunda. Aku senang sekali jika sudah dapat tugas untuk membuat camilan sore, apalagi diminta membuat kue tumbang. Camilan ini sangat mudah pembuatannya. Aku cuma butuh singkong, gula merah dan kelapa parut.

Seringkali aku mengolah singkong terlebih dahulu. Singkong dikupas dan dibersihkan sebelum siap direbus. Sudah bersih, masukan pada panci rebusan, tambahkan air dan garam secukupnya. Tutup panci dan tunggulah air singkong mendidih.

Kenapa menunggu mendidih? Dulu nenek bilang, jika airnya mendidih aku sudah bisa melihat tingkat kematangan singkong. Sudah empuk atau belum.

Namun sembari menunggu, masih ada aktifitas yang dapat aku lakukan. Aku bisa siapkan parutan kelapa. Pilih kelapa yang tidak terlalu matang ya, biar ada rasa manis-manisnya gitu. Kalau aku capek sih, ini aku tinggal beli di warung samping rumah. Selalu aku pesan kepala parut yang tidak ada coklat-coklatnya. Itu lho, kikisan batok kelapa yang seringkali kebawa parutan. Biar apa? Biar tampilannya cantik aja. Hehe

Selanjutnya kamu juga bisa menyiapkan gula aren yang nantinya akan kamu bubuhi di atas singkong dan kelapa parut. Gula aren yang dibutuhkan adalah gula aren yang agak kental. Tidak terlalu cair yaa. Jadi, rebuslah gula air dengan air secukupnya. Biasanya aku akan kasih gula aren yang airnya cukup menutupi gulanya saja. Jadi setelah direbus, hasilnya akan kental.

Jangan lupa tetap cek singkong yang sedang direbus ya. Standar tingkat kematangan singkongnya adalah sudah empuk atau belum singkong tersebut untuk diolah lagi. Nah, jika sudah empuk angkat dan tumbuklah singkong, kemudian singkong siap dibentuk sesuai yang kamu mau. Aku lebih suka cetak di sebuah nampan. Jadi untuk penghindangan bisa dibuat cantik, berbentuk dadu.

Hidangkan dengan cantik. Potong dadu olahan singkongnya. Taburi parutan kelapa di atasnya dan taburi rebusan gula merah di atasnya. Dijamin sore hari kamu akan indah gengs kalo ditemani camilan ini.

Bagaimana jika mau Kue Tumbang tapi ga bisa bikin gengs?

Jika kamu berada di Jakarta dan sekitarnya, carilah beberapa warung yang memang menjual makanan khas minangkabau. Kalo beruntung, kamu pasti akan menemukannya. Karena makanan ini sulit sekali untuk ditemukan.

Di kotaku saja, Bukittinggi yang sejatinya kota asal makanan ini dan merupakan ikonnya ranah minang. Hanya akan tersisa satu atau dua orang saja yang masih menjual panganan ini, itupun akan mudah di temukan di pasar-pasar tradisional. Bisa-bisa kamu akan menemukannya hanya saat ramadhan tiba. Camilan ini bisa menjadi makanan pembuka saat kamu ingin berbuka puasa.

Aku doakan yang baik-baik. Jika kamu jalan-jalan ke kotaku semoga kamu orang yang beruntung ya dan selamat menikmati kelezatannya. Namun jika tidak ? Waa mungkin kamu harus sedikit bersabar menunggu keajaiban datang yaaa. HEHE

11 Comments

  • riennaku

    Enak nih…jika tidak beruntung tinggal praktekin resep Chaca 🙂 mirip kue sawut kalo di Solo tp beda cara masaknya. Kalo sawut, singkong diparut kasar (pakai parutan rujak) trus tambahin garam dikit kukus pakai daun pandan. Kalo udah matang masih panas2 campur irisan gula merah aduk asal. Makannya ditaburi kelapa
    parut.

    • elsamartinalova

      Bisa lho na kalo mau di prkatekin. Waaah benar benar hampir sama yaa. Nanti caca juga bisa coba orktek resep rina sepertinya.

      Terimakasih telah berkunjung 😘

  • Rona Ariyolo

    Walaupun orang Batak tetapi keluarga dari Ibu sudah lama tinggal di Sumatra Barat dan saya belum tahu jenis makanan ini. Ini membuktikan bahwa Indonesia benar-benar beragam, walau mungkin saya yang kurang update

  • Ichsan Pratama

    Sekarang banyak sih, konsep kuliner yang modifikasi pangan tradisional yang di kasih sentuhan modern packaging biar makin bikin ngiler. Cukup dinosaurus yang punah, jajanan tradisional jangan.

  • Dini

    wah aku lama di padang loh padahal kuliah kak, 3,5 tahun. tapi kok nggak tau kuliner ini. padahal aku cukup sering jalan-jalan. sepertinya aku masih kurang piknik wkwkwk. jadi ngiler nih, mau nyobain ini deh di rumah bikin sendiri.

  • Rinnesia

    Walau orang Jawa, tapi kalo Mamanya Doi kesini dari Medan, selalu bawain kue ini, sebab katanya singgah dulu di Sumbar, sebelum sampe Jakarta rasanya enak, biar udah adem

  • Bacalagers Media

    Sepertinya harus nyobain makanan khas minangkabau yang satu ini, terlihat gurih, nikmat, udah gitu tradisional pula. Tapi, masalahnya di Jakarta ini ada nggak ya itu kue tumbang? huhuhu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

error: Content is protected !!